Kamis, 07 Juni 2012

Manusia dan harapan


Harapan,apa yah?kalo kali ini saya akan menulis tentang sebuah harapan.harapan menurut saya itu adalah sebuah pengharapan yang kita inginkan,pengharapan menurut saya suatu imajinasi yang hanya ada dalam pengkhayalan atau imajinasi angan-angan untuk kedepannya,tentu sebuah harapan tidak lah selamanya terwujud,dan tidak selamanya tidak terwujud.
Kalo menurut saya harapan itu adalah sebuah visi,dan di tulisan saya sebelumnya mengenai pandangan hidup,pandahan hidup itu menurut saya misi saya untuk menggapai setiap harapan atau visi saya.Begitulah pendapat saya tentang sebuah harapan dan pandangan hidup yang sebelum nya telah saya tulis.Mungkin tidak banyak penulisan saya tentang harapan ini karena secara umum kita sudah dapat banyak pemahaman bahwa harapan ada keinginan yang telah di bayangkan atau di khayalkan ,yang tentunya dengan harapan terwujud dalam kenyataan.
Secara garis besar dan secara pendapat saya itulah sebuah harapan J.mudah  bukan memahami sebuah harapan,saya yakin semua orang itu mempunyai harapan kedepannya berbeda-beda,serta cara dalam mewujudkannya yang berbeda,beda.sekian tulisan saya tentang harapan.sampai jumpa kembali di tugas-tugas softskill saya di semester selanjutnya J

MANUSIA DAN KEGELISAHAN



Berbicara tentang kegelisahan ,ada beberapa pengalaman yang pernah saya alami dan membuat diri saya gelisah.Ada banyak kejadian yang membuat saya gelisah,seperti saat ingin menghadapi ujian,kelulusan,sidang tugas akhir pkl waktu smk dulu.di tulisan ini saya akan menceritakan pengalaman-pengalaman saya saat itu.
Baik,kita lansung ke jalan ceritanya saja.Dahulu saya di smk itu PKL kelas 3/12,tidak seperti sekolah smk pada umumnya yang PKL nya itu saat duduk di kelas 2/11.Disitu saya gelisah apa saya sanggup menjalaninnya,karena kalo saya pikir kelas 3 smk itu harusnya di gunakan untuk pendalaman-pendalaman materi untuk persiapan menghadapi ujian-ujian.Dengan basmalah saya jalani semua bersama teman-teman seangkatan saya,waktu PKL pun tiba saat itu seingat saya pada bulan november 2009,dan yang akan berakhir pada bulan januari 2010.
Saat PKL itu patinya kegiatan di kelas di tiadakan,sehingga saya dan teman-teman seangkatan saya di beri tugas yang begitu banyak menurut saya.Karena pada saat itu saya dan teman-teman seangkatan saya pasti nya belum pernah merasakan yang namanya PKL dan di beri tugas yang menumpuk.Disitulah saya merasakan gelisah untuk menjalaninya,tapi saya mencoba menjalaninya saja.Saya pun mulai membagi waktu PKL saya untuk mengerjakan tugas-tugas yang numpuk itu.Dengan menggunakan waktu luang istirahat,saya dan teman-teman yang satu tempat PKL dengan saya mengerjakan setiap tugas-tugas yang di berikan oleh pihak sekolah untuk mengisi nilai-nilai yang kosong karena watu yang terpakai dengan PKL.
Waktu itu saya bersama 6 orang teman saya menjalani semua kewajiban-kewajiban yang telah kami terima,hingga pada akhirnya waktu PKL akan tiba pada akhirnya,dan dimana saaya di haruskan untuk membuat TA(Tugas Akhir) PKL.Disitu saya merasakan kegelisahan saya lagi,karena selama PKL itu saya dan teman-teman saya yang lain tidak sempat mengumpulkan Tugas Akhir sedikit-sedikit,karena habis terpakai dengan mengerjakan tugas-tugas yang lain.Sekitar 3 hari lagi berakhir waktu PKL ,saya dan teman-teman saya pun akhirnya gelisah dan membuat Tugas Akhir dengan waktu yang sudah mepet,jelas gelisah.Pasti semua orang akan gelisah saat di hadapi kondisi seperti itu.
Setelah akhirnya semua terlewati pun ,selesai sudah PKL saya dan teman-teman saya.Belum selesai dengan itu,kegelisahan melanda kami kembali,karena setelah itu akan ada persidangan atas Tugas Akhir yang saya dan teman-temansaya buat.Saat tiba akhirnya waktu sidang saya mengalami kegelisahan yang sangat tidak terkontrol.Dan saya yakin semua teman-teman saya juga mengalami kegelisahan itu.
Di panggil lah satu persatu nama kami,untuk masuk kedalam ruangan sidang.Tiba saatnya saya di panggil,saya pun masuk dan duduk di depan 3 orang penguji.Saya di persilahkan untuk mempersentasikan apa isi Tugas Akhir saya,sebelum nya saya menenangkan diri saya agar tidak gugup saat mempersentasikannya dan tidak lupa saat di tanya oleh penguji.Tenang sedikit hati saya saya mulai persentasi saya hingga selesai,dan mulai lah saya di beri 5 pertanyaan dari Tugas Akhir yang saya buat,dan saya beranikan menjawab tanpa beban sesuai apa yang saya lakukan saat PKL itu.Selesai sudah kegelisahan saat sidang Tugas Akhir.
Tidak sampai situ,masih ada UAS dan UAN saat itu,tak ada habisnya kegelisahan itu pun melanda lagi,say apun tidak tau kenapa,mungkin itu memang sudah menjadi naluri seorang manusia jika menghadapi sesuatu yang akan mempengaruhi kehidupannya maka kegelisahan itu akan datang.Saat akan menghadapi UAS dan UAN saya gelisah karena saya pikir selama ini waktu saya habis dengan tugas-tugas dan PKL,sehingga tidak banyak waktu untuk menerima pendalaman materi dari sekolah.Tapi seperti yang sudah-sudah,saya tetap menjalaninya dengan mencoba menenangkan hati saya,agar tidak gelisah.pada akhirnya telah terlewati semuanya tinggal menunggu pengumuman,dan lagi-lagi kegelisahan itu datang.
Saat menunggu pengumuman kelulusan saya menginap di rumah saudara saya.Saat itu saya tidak punya akses internet,sedangkan pada zaman saya dulu pengumuman dapat di akses lewat website depdiknas.Makanya saya memilih untuk menginap di rumah saudara saya,agar dapat mengakses website depdiknas  dengan mudah,tentu dengan tujuan mengetahu pengumuman kelulusan lebih cepat.Tidak bisa tidur dan gelisah saat itu saya rasakan,saat saya melihat jam yang telah menunnjukan pukul 02.00 dini hari.Saya tambah gelisah saat website depdiknas yang sulit sekali untuk di buka atau di akses,saya pikir sih maklum,mungkin sedang maintenance utnuk pengumuman kelulusan itu,saya pun tak berhanti me refresh website tersebut,hingga pada pukul 04.00 website tersebut dapat di buka,dan saya pun memasukan nomor ujian saya,dan jreeeeeeeeeeeeeeng.. alhamdulillah saya LULUS J kegelisahan itu pun sedikit hilang.itu lah cerita saya saat duduk di kelas 3 smk ,begitu banyak kegelisahan yang saya alami.

MANUSIA dan PANDANGAN HIDUP



                Pandangan hidup saya terhadap hidup yang saya jalani sekarang ini mungkit tidak lah berarti di pandang banyak orang.Ya saya pun tidak terlalu mementingkan apa pandangan mereka tentang pandangan hidup saya.karena jelas setiap manusia punya pandangan hidupnya sendiri dan tentu berbeda-beda.
                Pandangan hidup saya dalam menjalankan hidup ini hanyalah memandang apa yang telah terjadi di masa lalu,lakukan atau jalankan kehidupan yang sekarang terjadi dan tidak lupa untuk mengambil makna setiap kejadian,dan berusaha menjadi yang lebih baik di esok hari dari hari sebelumnya.
                Mungkin terlihat terlalu monoton pandangan hidup saya terhadap hidup ini,tapi tidak ada yang bisa menyadari dengan hanya memiliki pandangan hidup seperti itu ,manusia dapat menjadi yg terbaik dari yg terbaik.dari hari kemarin dari pada hari esok.Dengan begitu kita dapat memiliki sugesti mental,untuk semnagat menjadi yg terbaik setiap harinya agar dapat menggapai cita-cita saya.

MANUSIA dan TANGGUNG JAWAB



                Tanggung jawab ada itu karena kita diberi suatu kebebasan untuk memilih dan tentunya juga bisa kita pertanggungjawabkan apapun yang terjadi. Tanggung jawab saya sebagi seorang anak saya harus bisa meringankan setiap pekerjaan orangtua saya yang ada. Disaat orangtua saya menyuruh saya untuk membeli suatu kebutuhan maka saya sebagai anak harus secepat mungkin membeli apa yang dibutuhkan oleh orangtua saya.
                Setiap apa yang saya lakukan ada kewajiban yang harus kita ambil.sebagai anak saya juga harus tetap belajar untuk mencapai nilai-nilai yang maksimal dan tentunya saya akan membuat orangtua saya merasa bahagia atas apa yang telah saya peroleh.
Hasil dari sikap tanggung jawab yang saya miliki harusnya bisa terus menjadi sesuatu yang memotivasi diri saya untuk terus berusaha membahagiakan dan meringankan pekerjaan orangtua saya.

MANUSIA dan KEADILAN


Untuk mendapatkan sebuah keadilan di negara ini mungkin sangat sukar, karena dari hal-hal kecil saja bisa menjadi masalah yang amat besar dan bukan keadilan yang didapat tetapi malah pidana yang mereka dapatkan .
Bicara tentang masalah hukum,terutama di negara kita ini yaitu Indonesia.Hukum di negara ini adalah hukum rimba,karena hukum tak lagi berpihak dengan keadilan,siapa yang kuat ia menang,siapa yang lemah ia kalah itu lah hukum rimba yg telah masuk ke dalam struktur Hukum neagara Indonesia kita ini.
Kasus-kasus yang dilakukan rakyat kecil dan kesalahan kecil seperti ; sendal jepit yang di curi oleh anak di bawah umur,dan mirisnya seorang polisi yang mengaku pemilik sendal jepitnya itu,ternyata tidak terbukti sebagai pemilik saaat persidangan .Tapi anak di bawah umur itu tetap di hukum 5tahun,penjara.Dan ingatkah kalian  dengan banyak lagi kasus-kasus kecil yang terlah di selesaikan oleh pengadilan-pengadilan negara kita ini.
Tetapi apa?! Seperti yang kita ketahui.Kasus-kasus yang lebih besar dari kasus-kasus di atas yang bahkan di lakukan oleh para pejabat negara kita sendiri malah terbengkalai,diacuhkan,dan dibiarkan .Apakah ini sudah cukup sebagai bukti bahwa hukum negara kita ini telah di selimuti oleh hukum rimba !
Cukup di sayangkan memang kenyataan negara Indonesia kita sekarang ini.Indonesia yang merdeka karena kebersamaannya,bersatunya jiwa dan raga para pejuang dahulu,dan tumpah darahnya seluruh pejuang indonesia dahulu telah di khianati oleh para penerus bangsanya sendiri.

Kamis, 05 April 2012

Manusia Dan Penderitaan

     Sekarang saya akan membahas Manusia dan Penderitaan.Tidak dapat di pungkiri lagi bahwa penderitaan sangat banyak di alami oleh setiap manusia.Penderitaan itu banyak di karenakan faktor secara langsung(ekonomi),dan faktor politik secara tidak langsung yang mempengaruhi kualitas ekonomi seseorang atau sekumpulan orang.contohnya bisa kita lihat di negara tercinta kita ini  Indonesia,banyak mereka yang tinggal di ibu kota,tetapi masih jauh di standart kelayakan hidupnya.

     Dengan keadaan yang mereka alami,tinggal di ibu kota dengan kondisi ekonomi di bawah standart kelayakan.Maka banyak sekali dari mereka yang selalu mengalami penderitaan di karenakan ekonomi yang tak terjamin dari negara nya sendiri,atas persaingan politik yang tak jelas pada saat ini.

    Miris memang melihatnya,mereka yang setia mencintai tanah airnya dengan segala hormat dan ketulusan,meski hidup mereka di terpa penderitaan karena tidak ada jaminan ekonomi dari pemerintahnya,tetapi sebagian mereka masih bisa untuk menjadi warga negara yang baik,dengan cara tidak melakukan kejahatan-kejahatan yang melanggar undang-undang untuk mencukupi kehidupannya sehari-hari.

     Dan tidak bisa di pungkiri juga karena ada nya sebuah penderitaan di dalam kehidupan seorang manusia atau banyak manusia,sering beberapa dari mereka melakukan kejahatan-kejahatan hanya untuk mendapatakan sesuap nasi."Apa mereka salah kalau sudah seperti itu ?" tidak.Ya bener,tidak salah,karena penderitaan yang membuat mereka terkadang hidup seperti mengikuti hukum rimba. itu menurut saya.Namun apa di mata hukum kita,mereka seakan selalu salah,tak ada keadilan dan kebenaran untuk mereka di mata hukum kita,di mata pemerintah kita.

     Itu lah hubungannya dengan apa yang sudah saya tulis sebelumnya tentang hubungan cinta kasih,dan keindahan dengan manusia,kalau sudah seperti itu tidak ada lagi ada cinta kasih,tidak ada lagi keindahan kebersamaan.Semua tak ada harganya,dan mereka yang tak berdaya pasrah menjalani penderitaan dalam hidupnya,di karenakan ekonomi yang telah di permainkan kedalam politik.

Manusia Dan Keindahan

     Tulisan saya kali ini akan membahas manusia dan keindahan.Berhubungan dengan cinta kasih,manusia dapat merasakan,melihat keindahan karena cinta kasih Allah SWT kepada manusia yang telah memberikan panca indra penglihatan.Manusia di katakan makhluk paling sempurna karena tanpa kita sadari setiap detiknya manusia dapat merasakan,dan melihat keindahan dunia ini.

     Dengan terciptanya manusia sebagai mahkluk Allah SWT yang paling sempurna dan diberinya manusia panca indra pengelihatan,secara langsung atau tidak langsung manusia telah menciptakan dan merasakan keindahan yang ada di sekelilingnya.

     Dan seperti tulisan saya sebelumnya pada Manusia dan Cinta Kasih,pada tulisan kali ini saya juga ingin mengajak anda yang membaca ini untuk menjaga dan menciptakan selalu keindahan yang ada di dunia ini.Agar dunia kita ini selalu terlihat indah seperti mana pertama di ciptakan oleh Allah SWT sejak dahulu kala.

Manusia Dan Cinta Kasih

     Pada Kesempatan Kali ini saya akan membahas hubungan antara Manusia dan Cinta Kasih.Sebelumnya perlu kita ketahui bahwa setiap manusia terlahir dan ada di dunia ini karena adanya Cinta Kasih antara kedua orang tua kita.Dan karena cinta kasih itulah kita terlahir di bumi ini.Cinta Kasih sudah ada dalam diri manusia sejak jaman nabi Adam dan hawa.ALLAH SWT pun minciptakan kita sebagai manusia karena adanya cinta kasih ALLAh kepada setiap makhluk ciptaannya.

     Ketika ALLAH SWT menciptakan kita di bumi ini ALLAH SWT telah memberi tuntunan hidup di jalan yang benar dengan mengikuti pedoman-pedoman hidup yang tertera di dalam AL-Qur'an,dan salah satu nya adalah menjaga Cinta Kasih.Dengan adanya pedoman-pedoman hidup di jalan yang benar di dalam AL-Qur'an itu kita dapat mengutip bahwa kita setiap makhluk hidup harus menjaga Cinta Kasih terhadap sekeliling kita,dan sesama makhluk ciptaan ALLAH SWT.

     Dari pokok bahasan di atas kita bisa mengambil kutipan bahwa cinta kasih dengan manusia adalah satu kesatuan yang tidak bisa di pisahkan ,karena cinta kasih telah ada dalam diri manusia sejak manusia itu di lahirkan di bumi ini.Dan kita bisa belajar bahwa cinta kasih adalah salah satu cara untuk menjalani hidup ini dengan baik.Namun sayang pada zaman saat ini manusia sudah banyak yang tidak mengenal cinta kasih,sehingga kita bisa lihat banyak sekali kekacauan di dunia ini.


     Kekacauan di dunia,negara,dan daerah yang mungkin saat ini sering terjadi,dan terkadang berujung dengan ada korban yang meninggal,itu seperti gambaran manusia telah lupa dengan cinta kasih.Maka dari itu di tulisan saya kali ini ingin mengajak kita semua mengingat bahwa kita adalah satu,sama,jaga cinta kasih kita terhadap sesama,apapun statusnya,apapun perbedaannya,saya,anda,kita,dan mereka adalah sama.Jangan kita lupakan cinta kasih kita:kepada ALLAH SWT,kepada Rasul-rasulnya,kepada Sesama makhluk ciptaan ALLAH SWT,kepada diri sendiri.

Kamis, 15 Maret 2012

Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam kesusastraan



Pengertian sastra adalah tulisan,yang berasal dari kata castra. Dan secara etimologis sastra berasal dari bahasa sansekerta, dibentuk dari kata sas- yang berarti mengarahkan, mengajar dan memberi petunjuk. Serta akhiran –tra yang berarti buku panduan. Sedangkan seni adalah gagasan , id , perasaan yanng dituangkan dalam sebuah karya yang mengandung keindahan .

Peranan dari sastra sendiri untuk memotivasi masyarakat agar berfikir dan bersosialisasi serta masyarakat dapat peduli terhadap sesama manusia,dan untuk memiliki rasa keterbukaan.  Sastra juga mempunyai kerterkaitannya dengan Ilmu Budaya Dasar . Salah satu hubungannya adalah untuk  membahas masalah-masalah yang bisa membantu mahasiswa untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya.

Prosa , kalau  berbicara tentang prosa pasti dibenak kita yang akan terpikir yaitu dongeng. Karena prosa sendiri memiliki arti narasi yang berbentuk fiksi . ya contohnya seperti dongeng ,cerpen dll. Prosa itu dibagi dua , ada prosa lama dan ada prosa baru. Contoh dari prosa lama itu seperti dongeng , sejarah . sedangkan contoh dari prosa baru itu seperti cerita pendek , novel , biografi. prosa fiksi adalah prosa yang memiliki nilai – nilai yang didapat dari para pembaca . nilai – nilai dari prosa fiksi antara lain untuk memberikan wawasan , memberikan informasi.

Puisi itu termasuk dalam sastra lama , puisi adalah ungkapan yang di tulis seseorang kedalam bentuk tulisan. kreativitasnya para penyair dalam puisi antara lain seperti kata – kata yang berjiwa , figura bahasa dll. 

Kamis, 08 Maret 2012

Manusia dan Kebudayaan

Sebagai manusia tentunya kita terlahir dengan adanyua roh di dalam diri kita , akal yang ada di pikiran kita , dan nafsu . dengan adanya roh kita bisa tau apa itu hidup . kita juga dapat merasakan hal-hal yang ada . seperti perasaan suka , benci dan lain lain . sebagai manusia kita telah dibekali akal untuk kita berpikir ,sebagai contohnya  berpikir tentang masa kini dan masa depan , berpikir dalam mencari ilmu dalam pembelajaran . nafsu ,pasti kita sebagai manusia mempuyai nafsu ,ada nafsu untuk memiliki keinginan dalam hal hal baik , ada juga sebaliknya dalam hal jahat . tetapi biasanya nafsu lebih cenderung untuk berbuat kejahatan . untuk itu kita sebagai manusia harus sebisa mungkin menahan nafsu yang ada di dalam diri kita ini . 
Sebagai manusia kita harus berhakekat untuk menjadi sesorang yang mempunyai sifat responsible yang bisa bertanggung jawab atas apa yang telah kita lakukan . kita juga harus bisa bertahan untuk hidup , seperti memenuhi kebutuhan hidup kita . kita juga harus bisa bersosialisasi dilingkungan hidup kita ini , contoh kecilnya dengan tetangga sekitar rumah . 
Mengenai budaya , perbedaan budaya negara kita ini sangat berbeda dengan budaya timur . dikarenakan negara kita ini sangat beragam sekali kebudayaannya , seperti tarian daerah . tari daerah yang ada di indonesia ini cukuplah banyak . misalnya seperti tari pendet yang berasal dari Bali . sebagai warga negara kita harus tetap bisa melestarikan kebudayaan tari daerah yang ada di indonesia. Kenapa kita harus melestarikannya ? karena banyak sekali anak muda jaman sekarang lebih mengedepankan budaya timur dibandingkan budaya budaya dahulu.

Rabu, 30 November 2011

Prasangka, Diskriminasi dan Etnosentrisme


Prasangka, Diskriminasi dan Etnosentrisme

Perbedaan Prasangka dan Diskriminasi
Prasangka adalah sifat negative terhadapsesuatu. Dalam kondisi prasangka untuk menggapai akumulasi materi tertentu atau untuk status
social bagi suatu individu atau suatu kelompok social tertentu.

Seorang yang berprasangka rasial biasanya bertindak diskriminasi terhadap ras yang diprasangkanya.

Etnosentrisme

Suku bangsa ras cenderung menganggap kebudayaan sebagai salah satu yang prima, riil,
logis, sesuai kodrat alam,dsb. Etnosentrisme merupakan gejala social yang universal.
Etnosentrik merupakan akibat etnosentrisme penyebab utama kesalah pahaman berkomunikasi. Etnosentrisme dapat dianggap sebagai sikap Chauvinisme pernah dianut orang – orang Jerman zaman Nazi.

Sebab Timbulnya Prasangka :
Berlatar belakang sejarah.
Dilatar belakangi oleh perkembangan sosiokultural dan situsional.
Bersumber dari factor kepribadian.
Berlatar belakang dari perbedaan keyakinan dan agama

Daya Upaya Untuk Mengurangi Prasangka dan Diskriminasi

Perbaikan kondisi social ekonomi, pemerataan pembangunan, dan usaha
peningkatan pendapatan bagi WNI yang masih di bawah garis kemiskinan.
Perluasan kesempatan belajar.
Sikap terbuka dan lapang harus selalu kita sadari.

Contoh Kasus :



Masalah diskriminasi antara umat Muslim dan Nasrani yang terjadi di Poso.
Kasus Tibo adalah sebuah kasus mengenai penyelesaian Kerusuhan Poso. Tibo sendiri merupakan salah satu terdakwa dari tiga terdakwa dalam kasus ini. Tiga orang terdakwa dalam kasus ini adalah Fabianus Tibo, Dominggus da Silva, dan Marinus Riwu. Mereka ditangkap pada Juli dan Agustus 2000. Dan dijatuhi vonis mati pada April 2001 di Pengadilan Negeri Palu, dan ditegaskan kembali dengan Pengadilan Tinggi Sulawesi Tenggara pada 17 Mei 2001. Pengadilan memutuskan bahwa mereka bersalah atas tuduhan pembunuhan, penganiayaan, dan perusakan di tiga desa di Poso, yakni Desa Sintuwu Lemba, Kayamaya, dan Maengko Baru.

Solusi :

Pemerintah harus menangkap oknum-oknum dari pihak muslim dan nasrani sebagai dalang provokator masalah tersebut. Melakukan perundingan antara tokoh utama Muslim dan Kristen.

Sumber :
http://www.scribd.com/doc/24983127/PRASANGKA-DISKRIMINASI-DAN-ETNOSENTRISME

Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kemiskinan


Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kemiskinan

“ Ilmu pengetahuan” lazim digunakan  dalam pengertian sehari-hari, terdiri dari dua kata, “ ilmu “ dan “ pengetahuan “, yang masing-masing punya identities sendiri-sendiri. Dikalangan ilmuwan ada keseragaman pendapat, bahwa ilmu itu selalu tersusun dari pengetahuan secara teratur, yang diperoleh dengan pangkal tumpuan (objek) tertentu dengan sistematis, metodis, rasional/logis, empiris, umum dan akumulatif. Pengertian pengetahuan sebagai istilah filsafat tidaklah sederhana karena bermacam-macam pandangan dan teori (epistemologi), diantaranya pandangan Aristoteles, bahwa pengetahuan merupakan pengetahuan yang dapat diinderai dan dapat merangsang budi. Dan oleh Bacon & David Home pengetahuan diartikan sebagai pengalaman indera dan batin. Menurut Imanuel Kant pengehuan merupakan persatuan antara budi dan pengalaman. Dari berbagai macam pandangan tentang pengetahuan diperoleh  sumber-sumber pengetahuan berupa ide, kenyataan, kegiatan akal-budi,  pengalaman, sintesis budi, atau meragukan karena tak adanya sarana untuk mencapai pengetahuan yang pasti.
Untuk membuktikan pengetahuan itu benar, perlu berpangkal pada teori kebenaran pengetahuan :
  1. Pengetahuan dianggap benar apabila dalil (proposisi) itu mempunyai hubungan dengan dalil (proposisi) yang terdahulu
  2. Pengetahuan dianggap benar apabila ada kesesuaian dengan kenyataan
  3. Pengetahuan dianggap benar apabila mempunyai konsekwensi praktis dalam diri yang mempunyai pengeahuan itu.
Ilmu pengetahuan pada dasarnya memiliki tiga komponen penyangga tubuh pengetahuan yang disusunnya yaitu ; ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Epistemologis hanyalah merupakan cara bagaimana materi pengetahuan diperoleh dan disusun menjadi tubuh ilmu pengetahuan. Ontologis dapat diartikan hakekat apa yang dikaji oleh pengetahuan, sehingga jelas  ruang lingkup ujud yang menajdi objek penelaahannya. Atau dengan kata lain ontologism merupakan objek formal dari suatu pengetahuan. Komponen aksiologis adalah asas menggunakan ilmu pengetahuan atau fungsi dari ilmu pengetahuan.
Pembentukan ilmu akan berhadapan dengan objek yang merupakan bahan dalam penelitian, meliputi objek material sebagai bahan yang menadi tujuan penelitian bulat dan utuh, serta objek formal, yaitu sudut pandangan yang mengarah kepada persoalan yang menjadi pusat perhatian. Langkah-langkah dalam memperoleh ilmu dan objek ilmu meliputi rangkaian kegiatan dan tindakan. Dimulai dengan pengamatan, yaitu suatu kegiatan yang diarahkan kepada fakta yang mendukung apa yang dipikirkan untuk sistemasi, kemudian menggolong-golongkan dan membuktikan dengan cara berpikir analitis, sistesis, induktif dan deduktif. Yang terakhir ialah pengujian kesimpulan dengan menghadapkan fakta-fakta sebagai upaya mencari berbagai hal yang merupakan pengingkaran.
Untuk mencapai suatu pengetahuan yang ilmiah dan obyektif diperlukan sikap yang bersifat ilmiah, yang meliputi empat hal yaitu :
  1. Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih sehingga menacapi pengetahuan ilmiah yang obeyktif
  2. Selektif, artinya mengadakan pemilihan terhadap problema yang dihadapi supaya didukung oleh fakta atau gejala, dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis yang ada
  3. Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tak dapat diubah maupun terhadap indera dam budi yang digunakan untuk mencapai ilmu
  4. Merasa pasti bahwa setiap  pendapat, teori maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian, namun masih terbuka untuk dibuktikan kembali.
Permasalahan ilmu pengetahuan meliputi arti sumber, kebenaran pengetahuan, serta sikap ilmuwan itu sendiri sebagai dasar untuk langkah selanjutnya.
Teknologi
Dalam konsep yang pragmatis dengan kemungkinan berlaku secara akademis dapatlah dikatakan bahwa pengetahuan (body ofknowledge), dan teknologi sebagai suatu seni (state of arts ) yang mengandung pengetian berhubungan dengan proses produksi; menyangkut cara bagaimana berbagai sumber, tanah, modal, tenaga kerja dan ketrampilan dikombinasikan untuk merealisasi tujuan produksi. “secara konvensional mencakup penguasaan dunia fisik dan biologis, tetapi secara luas juga meliputi teknologi sosial, terutama teknoogi sosial pembangunan (the social technology of development) sehingga teknologi itu adalah merode sistematis untuk mencapai tujuan insani (Eugene Stanley, 1970).
Teknologi memperlihatkan fenomenanya alam masyarakat sebagai hal impersonal dan memiliki otonomi mengubah setiap bidang kehidupan manusia menjadi lingkup teknis. Jacques Ellul dalam tulisannya berjudul “the technological society” (1964) tidak mengatakan teknologi tetapi teknik, meskipun artinya sama. Menurut Ellul istilah teknik digunakan tidak hanya untuk mesin, teknologi atau prosedur untuk memperoleh hasilnya, melainkan totalitas  metode yang dicapai secara rasional dan mempunyai efisiensi (untuk memberikan tingkat perkembangan) dalam setiap bidang aktivitas manusia. Jadi teknologi penurut Ellul adalah berbagai usaha, metode dan cara untuk memperoleh hasil yang distandarisasi dan diperhingkan sebelumnya.
Fenomena teknik paa masyarakat ikini, menurut Sastrapratedja (1980) memiliki ciri-ciri sebagia berikut :
  1. Rasionalistas, artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional
  2. Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah
  3. Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi dan rumusan dilaksanakan secara otomatis. Demikian juga dengan teknik mampu mengeliminasikan kegiatan non teknis  menjadi kegiatan teknis
  4. Teknik berkembang pada suatu kebudayaan
  5. Monisme, artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung
  6. Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan
  7. otonomi artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri.
Teknologi yang berkembang denan pesat meliputi berbagai bidang kehidupan manusia. Luasnya bidang teknik digambarkan sebagaia berikut :
  1. Teknik meluputi bidang ekonomi, artinya teknik mampu menghasilkan barang-barang industri. Dengan teknik, mampu mengkonsentrasikan capital sehingga terjadi sentralisasi ekonomi
  2. Teknik meliputi bidang organisasional seperti administrasi, pemerintahan, manajemen, hukum dan militer
  3. Teknik meliputi bidang manusiawi. Teknik telah menguasai seluruh sector kehidupan manusia, manusia semakin harus beradaptasi dengan dunia teknik dan tidak ada lagi unsur pribadi manusia yang bebas dari pengaruh teknik.
Alvin Tofler (1970) mengumpakana teknologi itu sebagai mesin yang besar atau sebuah akselarator (alat pemercepat) yang dahsyat, dan ilmu pengetahuan sebagai bahan bakarnya. Dengan meningkatnya ilmu pengetahuan secara kuantitatif dan kualtiatif, maka kiat meningkat pula proses akselerasi yagn ditimbulkan oleh mesinpengubah, lebih-lebih teknologi mampu menghasilkan teknologi yang lebih banyak dan lebih baik lagi.
Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan bagian-bagian yang dapat dibeda-bedakan, tetapi tidak dapat dipisah-pisahkan dari suatu sistem yang berinteraksi dengan sistem-sistem lain dalam kerangka nasional seperti kemiskinan.
Kemiskinan
Kemiskinan lazimnya dilukiskan sebagai kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok. Dikatakan berada di bawah garis kemiskinan  apabila pendapatan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang paling pokok seperti pangan, pakaian, tempat berteduh, dan lain-lain. Garis kemiskinan yang menentukan batas minimum pendapatan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pokok, bisa dipengaruhi oleh tiga hal :
  1. Persepsi manusia terhadap kebutuhan pokok yang diperlukan
  2. Posisi  manusia dalam lingkungan sekitar
  3. Kebutuhan objectif manusia untuk bisa hidup secara manusiawi
Persepsi manusia terhadap kebutuhan pokok yang diperlukan dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, adat istiadat, dan
sistem nilai yang dimiliki. Dalamhal ini garis kemiskinan dapat tinggi atau rendah. Terhadap posisi manusia dalam lingkungan sosial, bukan ukuran kebutuhan pokok yang menentukan, melainkan bagaimana posisi pendapatannya ditengah-tengah masyarakat sekitarnya. Kebutuhan objektif manusia untuk bisa hidup secara manusiawi ditentukan oleh komposisi pangan apakah benilai gizi cukup dengan nilai protein dan kalori cukup sesuai dengan tingkat umur, jenis kelamin, sifat pekerjaan, keadaan iklim dan lingkungan yang dialaminya.
Kesemuanya dapat tersimpul dalam barang dan jasa dan tertuangkan dalam nilai uang sebgai patokan bagi penetapan pendapatan minimal yang diperlukan, sehingga garis kemiskinan ditentukan oleh tingkat pendapatan minilam ( versi bank dunia, dikota 75 $ dan desa 50 $AS perjiwa setahun, 1973) ( berapa sekarang ? ).
Berdasarkan ukuran ini maka mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan memiliki cirri-ciri sebagai berikut :
  1. Tidak memiliki factor-faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, ketrampilan. Dll
  2. Tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh asset produksi dengan kekuatan sendiri, seperti untuk memperoleh tanah garapan ataua modal usaha
  3. Tingkat pendidikan mereka rendah, tidak sampai taman SD
  4. Kebanyakan tinggal di desa sebagai pekerja bebas
  5. Banyak yang hidup di kota berusia muda, dan tidak mempunyai ketrampilan.
Kemiskinan menurut orang lapangan (umum) dapat dikatagorikan kedalam tiga unsure :
  1. Kemiskinan yang disebabkan handicap badaniah ataupun mental seseorang
  2. Kemiskinan yang disebabkan oleh bencana alam
  3. Kemiskinan  buatan. Yang  relevan dalam hal ini adalah kemiskinan buatan, buatan manusia terhadap manusia pula yang disebut kemiskinan structural. Itulah kemiskinan yang timbul oleh dan dari struktur-struktur  buatan manusia, baik struktur ekonomi, politik, sosial maupun cultural. Selaindisebabkan oleh hal – hal tersebut, juga dimanfaatkan oleh sikap “penenangan” atau “nrimo”, memandang kemiskinan sebagai nasib, malahan sebagai takdir Tuhan. Kemiskinan menjadi suatu kebudayaan atau subkultur, yang mempunya struktur dan way of life yang telah turun temurun melalui jalur keluarga. Kemiskinan (yagn membudaya) itu disebabkan oleh dan selama proses perubahan sosial secara fundamental, seperti transisi dari feodalisme ke kapitalisme, perubahan teknologi yang cepat, kolonialisme, dsb.obatnya tidak lain adalah revolusi yang sama radikal dan meluasnya.

MASYARAKAT PERKOTAAN DAN MASYARAKAT PEDESAAN


MASYARAKAT PERKOTAAN DAN MASYARAKAT PEDESAAN

11DES
PENGERTIAN MASYARAKAT
Masyarakat dapat mempunyai arti yang luas dan sempit. Dalam arti luas masyarakat adalah ekseluruhan hubungan-hubungan dalam hidup bersama dan tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa dan sebagainya. Atau dengan kata lain kebulatan dari semua perhubungan dalam hidup bermasyarakat. Dalam arti sempit masyarakat adalah sekelompok manusia yang dibatasi oleh aspek-aspek tertentu, misalnya territorial, bangsa, golongan dan sebagainya.
MASYARAKAT PEDESAAN
Masyarakat pedesaan selalu memiliki ciri-ciri atau dalam hidup bermasyarakat, yang biasanya tampak dalam perilaku keseharian mereka. Pada situasi dan kondisi tertentu, sebagian karakteristik dapat digeneralisasikan pada kehidupan masyarakat desa di Jawa. Namun demikian, dengan adanya perubahan sosial religius dan perkembangan era informasi dan teknologi, terkadang sebagian karakteristik tersebut sudah “tidak berlaku”. Masyarakat pedesaan juga ditandai dengan pemilikan ikatan perasaan batin yang kuat sesama warga desa, yaitu perasaan setiap warga/anggota masyarakat yagn amat kuat yang hakekatnya, bahwa seseorang merasa merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat dimanapun ia hidup dicintainya serta mempunyai perasaan bersedia untuk berkorban setiap waktu demi masyarakatnya atau anggota-anggota masyarakat, karena beranggapan sama-sama sebgai masyarakat yang saling mencintai saling menghormati, mempunyai hak tanggung jawab yang sama terhadap keselamatan dan kebahagiaan bersama di dalam masyarakat.
Adapun yang menjadi ciri masyarakat desa antara lain :
  1. Didalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan lainnya di luar batas wilayahnya.
  2. Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan
  3. Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian
  4. Masyarakat tersebut homogen, deperti dalam hal mata pencaharian, agama, adapt istiadat, dan sebagainya
Didalam masyarakat pedesaan kita mengenal berbagai macam gejala, khususnya tentang perbedaan pendapat atau paham yang sebenarnya hal ini merupakan sebab-sebab bahwa di dalam masyarakat pedesaan penuh dengan ketegangan –ketegangan sosial. Gejala-gejala sosial yang sering diistilahkan dengan :
-          konflik
-          kontraversi
-          kompetisi
MASYARAKAT PERKOTAAN
Masyarakat perkotaan sering disebut urban community . Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta cirri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Ada beberap ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu :
  1. kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa
  2. orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu. Di kota – kota kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan , sebab perbedaan kepentingan paham politik , perbedaan agama dan sebagainya .
  3. Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan , menyebabkan bahwa interaksi – interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada factor kepentingan daripada factor pribadi.
  4. pembagian kerja di antra warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata
  5. kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa
  6. interaksi yang terjai lebih banyak terjadi berdasarkan pada factor kepentingan daripaa factor pribadi
  7. pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu
  8. perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh dari luar.
PERBEDAAN MASYARAKAT PEDESAAN DAN PERKOTAAN
  1. Lingkungan Umum dan Orientasi Terhadap Alam, Masyarakat perdesaan berhubungan kuat dengan alam, karena lokasi geografisnyadi daerah desa. Penduduk yang tinggal di desa akan banyak ditentukan oleh kepercayaan dan hukum alam. Berbeda dengan penduduk yang tinggal di kota yang kehidupannya “bebas” dari realitas alam.
  2. Pekerjaan atau Mata Pencaharian, Pada umumnya mata pencaharian di dearah perdesaan adalah bertani tapi tak sedikit juga yg bermata pencaharian berdagang, sebab beberapa daerah pertanian tidak lepas dari kegiatan usaha.
  3. Ukuran Komunitas, Komunitas perdesaan biasanya lebih kecil dari komunitas perkotaan.
  4. Kepadatan Penduduk, Penduduk desa kepadatannya lbih rendah bila dibandingkan dgn kepadatan penduduk kota,kepadatan penduduk suatu komunitas kenaikannya berhubungan dgn klasifikasi dari kota itu sendiri.
  5. Homogenitas dan Heterogenitas, Homogenitas atau persamaan ciri-ciri sosial dan psikologis, bahasa, kepercayaan, adat-istiadat, dan perilaku nampak pada masyarakat perdesa bila dibandingkan dengan masyarakat perkotaan. Di kota sebaliknya penduduknya heterogen, terdiri dari orang-orang dgn macam-macam perilaku, dan juga bahasa, penduduk di kota lebih heterogen.
  6. Diferensiasi Sosial, Keadaan heterogen dari penduduk kota berindikasi pentingnya derajat yg tinggi di dlm diferensiasi Sosial.
  7. Pelapisan Sosial, Kelas sosial di dalam masyarakat sering nampak dalam bentuk “piramida terbalik” yaitu kelas-kelas yg tinggi berada pada posisi atas piramida, kelas menengah ada diantara kedua tingkat kelas ekstrem dari masyarakat.
Ada beberapa perbedaan pelapisan sosial yang tak resmi antara masyarakat desa dan kota:
  • pada masyarakat kota aspek kehidupannya lebih banyak system pelapisannya dibandingkan dengandi desa.
  • pada masyarakat desa kesenjangan antara kelas eksterm dalam piramida sosial tidak terlalu besar dan sebaliknya.
  • masyarakat perdesaan cenderung pada kelas tengah.
  • ketentuan kasta dan contoh perilaku.
Mobilitas Sosial.
Mobilitas berkaitan dgn perpindahan yg disebabkan oleh pendidikan kota yg heterogen, terkonsentrasi
nya kelembagaan-kelembagaan.
  • banyak penduduk yg pindah kamar atau rumah
  • waktu yg tersedia bagi penduduk kota untuk bepergian per satuan
  • bepergian setiap hari di dalam atau di luar
  • waktu luang di kota lbih sedikit dibandingkan di daerah perdesaan Interaksi Sosial.
  • masyarakat pedesaan lebih sedikit jumlahnya
  • dalam kontak sosial berbeda secara kuantitatif maupun secara kualitatif
Pengawasan Sosial.
Di kota pengawasan lebih bersifat formal, pribadi dan peraturan lbh menyangkut masalah pelanggaran
Pola Kepemimpinan
Menentukan kepemimpinan di daerah perdesaan cenderung banyak ditentukan oleh kualitas pribadi
dari individu dibandingkan dengan kota
Standar Kehidupan
Di kota tersedia dan ada kesanggupan dalam menyediakan kebutuhan tersebut, di desa tidak demikian
Kesetiakawanan Sosial
Kesetiakawanan sosial pada masyarakat perdesaan dan perkotaan banyak ditentukan oleh masingmasing faktor yang berbeda
Nilai dan Sistem Nilai
Nilai dan system nilai di desa dengan di kota berbeda dan dapat diamati dalam kebiasaan, cara dan
norma yang berlaku
Hubungan desa dan kota
Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan terdapat hubungan uang erat, bersifat ketergantungan, karena saling membutuhkan
Kota tergantung desa dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan-bahan pangan, desa juga merupakan tenaga kasar pada jenis-jenis pekerjaan tertentu di kota.
sebaliknya, kota menghasilkan barang-barang yg juga diperlukan oleh orang desa, kota juga menyediakan tenaga-tenaga yang melayani bidang-bidang jasa yg dibutuhkan oleh orang desa.
ASPEK POSITIF DAN NEGATIF
Perkembangan kota merupakan manifestasi dari pola kehidupan sosial , ekonomi , kebudayaan dan politik . Kesemuanya ini akan dicerminkan dalam komponen – komponen yang memebentuk struktur kota tersebut . Jumlah dan kualitas komponen suatu kota sangat ditentukan oleh tingkat perkembangan dan pertumbuhan kota tersebut.
Secara umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan , seyogyanya mengandung 5 unsur yang meliputi :
-          Wisma : Untuk tempat berlindung terhadap alam sekelilingnya.
-          Karya : Untuk penyediaan lapangan kerja.
-          Marga : Untuk pengembangan jaringan jalan dan telekomunikasi.
-          Suka : Untuk fasilitas hiburan, rekreasi, kebudayaan, dan kesenian.
-          Penyempurnaan : Untuk fasilitas keagamaan, perkuburan, pendidikan, dan utilitas umum.
Untuk itu semua , maka fungsi dan tugas aparatur pemerintah kota harus ditingkatkan :
a)    Aparatur kota harus dapat menangani berbagai masalah yang timbul di kota . Untuk itu maka pengetahuan tentang administrasi kota dan perencanaan kota harus dimilikinya .
b)    Kelancaran dalam pelaksanaan pembangunan dan pengaturan tata kota harus dikerjakan dengan cepat dan tepat , agar tidak disusul dengan masalah lainnya ;
c)    Masalah keamanan kota harus dapat ditangani dengan baik sebab kalau tidak , maka kegelisahan penduduk akan menimbulkan masalah baru ;
d)    Dalam rangka pemekaran kota , harus ditingkatkan kerjasama yang baik antara para pemimpin di kota dengan para pemimpin di tingkat kabupaten tetapi juga dapat bermanfaat bagi wilayah kabupaten dan sekitarnya .
Oleh karena itu maka kebijaksanaan perencanaan dan mengembangkan kota harus dapat dilihat dalam kerangka pendekatan yang luas yaitu pendekatan regional . Rumusan pengembangan kota seperti itu tergambar dalam pendekatan penanganan masalah kota sebagai berikut :
1)    Menekan angka kelahiran
2)    Mengalihkan pusat pembangunan pabrik (industri) ke pinggiran kota
3)    Membendung urbanisasi
4)    Mendirikan kota satelit dimana pembukaan usaha relatif rendah
5)    Meningkatkan fungsi dan peranan kota – kota kecil atau desa – desa yang telah ada di sekitar kota besar
6)    Transmigrasi bagi warga yang miskin dan tidak mempunyai pekerjaan.